Jakarta – Di tengah tekanan global akibat lonjakan harga pupuk dunia, pemerintah mengambil langkah progresif dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini menjadi bukti konkret keberpihakan negara dalam menjaga stabilitas sektor pertanian sekaligus melindungi petani dari dampak gejolak ekonomi global yang tidak menentu.
Presiden Prabowo Subianto dinilai mampu membaca dinamika global secara cepat dan akurat, sehingga kebijakan yang diambil bersifat antisipatif dan berdampak langsung pada keberlanjutan produksi pangan nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca bahwa dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tetapi menjemputnya dengan kebijakan yang konkret dan terukur,” ujarnya.
Kebijakan ini semakin relevan di tengah gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik dan pembatasan ekspor pupuk oleh sejumlah negara produsen. Kondisi tersebut memicu tekanan besar terhadap sektor pertanian di berbagai negara. Namun, Indonesia mampu menjaga stabilitas berkat kebijakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Penurunan harga pupuk bersubsidi mencakup jenis utama seperti urea, NPK, dan ZA yang menjadi kebutuhan vital petani. Selain itu, pemerintah juga melakukan deregulasi signifikan dengan memangkas berbagai hambatan distribusi melalui kebijakan strategis, sehingga penyaluran pupuk menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien.
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Kebijakan pemerintah dalam menjaga distribusi pupuk bersubsidi sudah tepat. Ini adalah wujud nyata komitmen negara dalam memperkuat kedaulatan pangan,” ungkapnya.
Dari sisi industri, Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero), Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan bahwa pihaknya memastikan seluruh fasilitas produksi beroperasi optimal guna menjaga pasokan nasional.
“Kami memastikan seluruh fasilitas produksi beroperasi secara penuh. Penurunan harga pupuk bersubsidi tetap kami pertahankan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Dengan langkah terukur dan responsif ini, pemerintah optimistis sektor pertanian nasional akan tetap tangguh, produktif, dan mampu menopang ketahanan pangan di tengah tantangan global.
