Jakarta – Peredaran konten hoaks di ruang digital menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi perhatian pemerintah. Berbagai informasi palsu yang beredar dinilai berpotensi memicu provokasi, menimbulkan keresahan, dan mengganggu suasana kondusif menjelang perayaan kemerdekaan. Karena itu, pemerintah menegaskan pentingnya memperkuat literasi digital dan menghadirkan informasi yang akurat agar semangat persatuan dan gotong royong tetap terjaga.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencermati meningkatnya konten hoaks yang diproduksi untuk memancing provokasi menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami mencermati dalam bulan Agustus ini, terutama menjelang hari kemerdekaan kita, bahwa banyak sekali konten-konten hoaks yang diproduksi untuk melakukan provokasi-provokasi terhadap kondisi yang baik saat ini,” katanya.
Menurut Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, masyarakat perlu lebih teliti dalam menerima informasi di media digital dengan memastikan kebenaran setiap konten sebelum membagikannya kepada orang lain.
“Jadi, yang perlu kita perhatikan adalah teman-teman harus melihat videonya,” ia menambahkan.
Ia menjelaskan bahwa hoaks yang beredar memiliki berbagai bentuk, mulai dari konten yang dibuat sendiri oleh kreator, penggunaan video lama dengan narasi yang tidak sesuai, penggabungan fakta dengan informasi yang keliru, hingga pemanfaatan peristiwa di luar negeri yang seolah-olah terjadi di Indonesia.
“Ada lagi bentuk hoaks yang menggabungkan kejadian di negara lain, kemudian seolah-olah ada di Indonesia,” kata Meutya.
Lebih lanjut, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai penyebaran informasi palsu tersebut dapat memicu keresahan di tengah masyarakat sekaligus mencederai nilai-nilai kebangsaan yang menjadi semangat peringatan kemerdekaan.
“Ini menurut saya tidak tepat, tidak benar, mencederai nilai-nilai demokrasi, dan sungguh tidak mencerminkan semangat kita sebagai bangsa gotong royong, terutama menyambut hari kemerdekaan kita,” katanya.
Kemkomdigi juga mengajak media massa untuk terus menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan telah melalui proses verifikasi guna memperkuat literasi digital masyarakat serta menangkal penyebaran hoaks.
Sejalan dengan upaya tersebut, Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Ardian Satrio Utomo mengatakan pengungkapan kasus dugaan penyebaran hoaks ajakan berdemonstrasi menjelang HUT RI bermula dari temuan patroli siber.
Unggahan akun tiktok yang ada tidak didukung fakta dan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat kata Ardian.
Ia menambahkan, kepolisian masih menyelidiki motif pelaku, memeriksa para saksi, dan melakukan analisis forensik terhadap unggahan tersebut. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ruang digital yang aman dan kondusif agar peringatan HUT RI ke-81 berlangsung dengan semangat persatuan, tanpa tercemari oleh penyebaran informasi palsu.
